Pengembangan Konsep Algoritma Web Server Dinamis
Apa Itu Pseudocode ?
Pseudo artinyan dan code artinya kode dimana berhubungan dengan perintah yang ditulis dalam kode bahasa komputer. Jadi, pseudocode berarti tiruan atau tiruan dari kode bahasa pemrograman.
Secara garis besar, pseudocode merupakan bahasa yang memungkinkan sang programmer teruntuk memikirkan perkara yang harus diselesaikan tanpa memikirkan kode atau sintaks bahasa pemrograman tertentu dimana tidak ada aturan dalam penulisan sintaks. Jadi pseudocode berfungsi menggambarkan logika sekuensial program tanpa memikirkan cara kerja bahasa pemrogramannya. Dalam kamus besar bahasa Indonesia pseudocode disebut kode palsu. Dalam artian deskripsi algoritma pemrograman komputer menggunakan konvensi struktural bahasa pemrograman dan bertujuan untuk dapat dibaca oleh manusia, bukan mesin.
Meskipun pseudocode menggunakan struktur bahasa pemrograman, pseudocode tidak akan mengikuti aturan penulisan dalam bahasa pemrograman apa pun. Mengapa?Karena pseudocode ditulis hanya untuk memberi seseorang pemahaman yang lebih baik tentang suatu algoritma.
Dengan cara ini, pseudocode hanyalah kode yang terlihat seperti kode program dan tidak dapat dipahami atau dipahami secara langsung oleh komputer. Pseudocode dapat diproses oleh komputer jika mengikuti aturan penulisan dalam bahasa pemrograman, seperti menggunakan C, C++, Pascal, C#, Java, Golang, dan lain sebagainya.
Fungsi Pseudocode
Pseudocode memiliki fungsi yang berguna untuk memudahkan penulisan dan pemetaan suatu algoritma. Selain itu, pseudocode juga memiliki fungsi lain. Berikut adalah beberapa fungsi pseudocode:
- Pseudocode berfungsi sebagai alat dokumentasi
- Pseudocode dapat memudahkan pengguna untuk memahami dan memperjelas cara menyelesaikan masalah.
- Pseudocode dapat membantu pengguna menulis algoritma yang akan dibangun.
- Pseudocode memiliki aspek yang sangat ringkas dan mudah karena pseudocode tidak bergantung pada sistem tertentu dan inilah yang menjadikannya prinsip dasar dari suatu algoritma.
Tujuan dari pseudocode itu sendiri adalah agar manusia khususnya programmer dapat dengan mudah memahami penggunaan bahasa pemrograman yang umum digunakan, apalagi tampilan dari pseudocode tersebut relatif ringkas dan tidak bergantung pada sistem tertentu yang menjadi dasarnya. prinsip suatu algoritma.
Biasanya, pseudocode digunakan dalam publikasi artikel ilmiah atau buku yang mendokumentasikan suatu algoritma. Pseudocode juga digunakan dalam perencanaan pengembangan program komputer untuk menggambarkan struktur program sebelum program yang sebenarnya dibuat atau ditulis.
Pseudocode tidak memiliki standar, program yang masih pseudocode tidak akan bekerja. Pseudocode mirip dengan program kerangka atau kerangka kerja program termasuk dummycode yang dapat dikompilasi tanpa kesalahan. Flowchart juga dapat dimasukkan sebagai alternatif grafis untuk pseudocode.
Struktur Pseudocode
Secara umum, struktur penulisan pseudocode dibagi menjadi 3 bagian. Berikut adalah struktur pseudocode:
- Bagian judul
Bagian judul ini berisi judul algoritma. Bagian ini biasanya diawali dengan kata “program” dan diikuti dengan nama algoritmanya. Biasanya, nama algoritma terdiri dari satu kata. , jika nama terdiri dari lebih dari satu kata tertulis. Artinya, jika terdiri dari lebih dari dua kata, spasi dihilangkan.
Berikut aturan penulisan nama judul:
- Judul tidak boleh mengandung spasi.Spasi dapat diganti dengan karakter "_" (underscore).
- Judul tidak boleh dimulai dengan angka.
- Judul tidak boleh menggunakan istilah yang biasa digunakan sebagai kata kunci dalam bahasa pemrograman.
- Judul boleh menggunakan huruf besar, huruf kecil dan kombinasinya sepanjang tidak melanggar aturan di atas.
Seperti namanya, bagian deskripsi ini digunakan untuk mendefinisikan atau mendeklarasikan jenis-jenis variabel yang akan digunakan dalam proses algoritma. Dalam pemrograman komputer yang sama, ada beberapa variabel, seperti bilangan bulat, desimal, pecahan, dan lain sebagainya.
3. Bagian implementasi
Bagian implementasi ini dapat disebut dengan main atau main part, yang merupakan bagian dari eksekusi suatu algoritma. Pada bagian ini terdapat rangkaian perintah algoritme, perintah tersebut dapat berupa sekuensial, kondisional atau iteratif.
Pengertian flowchart
Flowchart atau bagan alur adalah diagram yang menampilkan langkah-langkah dan keputusan untuk melakukan sebuah proses dari suatu program. Setiap langkah digambarkan dalam bentuk diagram dan dihubungkan dengan garis atau arah panah.
Fungsi flowchart
Fungsi utama dari flowchart adalah memberi gambaran jalannya sebuah program dari satu proses ke proses lainnya. Sehingga, alur program menjadi mudah dipahami oleh semua orang. Selain itu, fungsi lain dari flowchart adalah untuk menyederhanakan rangkaian prosedur agar memudahkan pemahaman terhadap informasi tersebut.
Simbol flowchart

Simbol-simbol di atas memiliki jenis dan fungsi yang berbeda-beda. Ada yang berfungsi untuk menghubungkan satu simbol dengan simbol lainnya seperti simbol flow, on-page dan off-page reference. Selain itu ada juga simbol yang berfungsi untuk menunjukan suatu proses yang sedang berjalan, dan yang terakhir terdapat simbol yang berfungsi untuk memasukan input dan menampilkan output.
Flowchart & Pseudocode Web Server Dinamis
Berikut ini merupakan flowchart dan pseudocode dari code program web server dinamis
Pseudocode handle_request()
Pseudocode hendle_get()
Pseudocode handle_post()
Pseudocode Class Template
Deklarasi
Text : String
Context : Lib
int {m : text, kompile } : String
Kompile {m : text} : String
Render {In : Context, text } : String
Implementasi Limit
Self.tokens = self.compile (test)
Implementasi Kompile
token = [ ]
delimiter = re.compile {r`{%.(.*?)%}0. Re,DOTALL
for index, token in delimiter.split{text}
if index % 2 == 0
if token:
tokens.append((False, token.replace('%\}', '%}').replace('{\%', '{%')))
else:
lines = token.replace('{\%', '{%').replace('%\}', '%}').splitlines()
indent = min([len(l) - len(l.lstrip()) for l in lines if l.strip()])
realigned = '\n'.join(l[indent:] for l in lines)
tokens.append((True, compile(realigned, '<tempalte> %s' % realigned[:20], 'exec')))
Return tokens
Implementasi Render
global_context = {}
if context:
update global_context
def emit(*args):
result.extend([str(arg) for arg in args])
def fmt_emit(fmt, *args):
result.append(fmt % args)
global_context['emit'] = emit
global_context['fmt_emit'] = fmt_emit
#run the code
result = []
for is_code, token in self.tokens:
if is_code:
exec(token, global_context)
else:
result.append(token)
return ‘’,join(result)





Komentar
Posting Komentar